14 Aplikasi Instagram Terbaik Untuk Meningkatkan Kualitas Konten

1-gopego_instagram-boomerang_big_960x540

Lebih dari 5 juta bisnis di seluruh dunia menggunakan Instagram untuk menjalankan bisnis mereka. Dengan banyaknya persaingan ini, jelas bahwa bisnis Anda perlu menemukan cara baru agar lebih menonjol dari pesaing. Untungnya, ada beberapa aplikasi Instagram yang bisa membantu. Berikut adalah beberapa diantaranya.

  1. Layout

Layout memungkinkan Anda membuat kolase dengan mencampur ulang foto Anda sendiri. Aplikasi ini memberi pengguna kontrol kreatif sehingga dapat langsung melihat foto yang ditata dalam berbagai kombinasi. Selain itu, Anda bisa melakukan edit untuk membuatnya lebih unik. Anda dapat menggabungkan hingga sembilan foto sekaligus dalam satu gambar yang dapat dilihat sebelum diposting ke Instagram. Aplikasi ini gratis dan bisa didownload untuk iOS dan Android. Ini adalah aplikasi yang hebat bagi mereka yang ingin:

  • Menampilkan konten sebelum dan sesudah proses (misalnya untuk perusahaan desain interior, produk pembersih, penata rambut, renovasi hotel besar, dll)
  • Menampilkan konten buatan dari pengguna terbaik mereka
  • Menyoroti gambaran karyawan dan kantor di belakang layar
  • Memamerkan rangkaian produk baru yang akan rilis
  1. Hootsuite Enhance

Mengedit foto Intagram daoat meningkatkan jumlah views hingga 21 persen dan meningkatkan keterlibatan lebih dari 45 persen. Hootsuite Enhance menawarkan solusi pengeditan foto ‘all in one’ untuk membantu Anda menemukan konten yang lebih baik, mendapatkan lebih banyak likes dan komentar, serta membangun kesadaran bisnis. Hootsuite Enhance membantu Anda untuk:

  • Memotong dan mengatur ukuran foto untuk setiap jaringan sosial
  • Mengedit dengan filter, border, stiker, dan overlay
  • Menggunakan sumber gambar dari database foto
  • Membagikan langsung ke jaringan sosial pilihan Anda
  1. Have2Have.It

Have2Have.It menjembatani kesenjangan antara pembeli dan penjual di Instagram. Aplikasi mobile ini memungkinkan bisnis di Instagram untuk membuat, menjadwalkan, dan memposting foto atau video dengan tautan ke produk atau layanan secara online. Anda dapat mencoba aplikasi ini secara gratis selama 30 hari melalui situs mereka. Have2Have.It dapat digunakan untuk:

  • Mengarahkan followers langsung ke situs e-commerce Anda
  • Memandu pelanggan untuk menyelesaikan pembelian mereka
  • Memungkinkan anggota audiens menemukan lebih banyak produk
  1. Boomerang

Boomerang memungkinkan Anda membuat konten menarik hanya dengan satu tombol. Alat itu akan memotret 10 foto dan mengubahnya menjadi mini video yang berputar bolak-balik ala video GIF. Anda dapat membagikan Boomerang langsung dari aplikasi atau menyimpannya ke album untuk dibagikan di lain waktu. Boomerang memberi kesempatan kepada pemasar untuk menyenangkan audiens dengan visual yang seru dan menyimpang dari foto Instagram biasa. Anda bisa menggunakan aplikasi Boomerang itu sendiri atau menggunakan Boomerang yang ada dalam fitur Instagram.

  1. Hyperlapse

Hyperlapse dari Instagram memungkinkan Anda memotret video yang cepat untuk dibagikan dengan audiens. Berkat teknologi stabilisasi dalam aplikasi, Anda dapat menangkap video tanpa goyah, padahal sebelumnya ini tidak mungkin dilakukan tanpa tripod. Selain itu, Anda dapat memutar ulang video hingga 40 kali lebih cepat dari kecepatan aslinya. Anda bisa menggunakan Hyperlapse untuk:

  • Menunjukkan sisi manusia dari bisnis Anda dengan video dadakan tentang apa yang sedang dilakukan di belakang layar
  • Menunjukkan produk Anda dalam tindakan yang sesuai
  • Membagikan perspektif lain dengan cara tak terduga
  1. Microsoft Selfie

Microsoft Selfie adalah aplikasi edit foto yang tersedia melalui iOS, web, dan WeChat. Fitur utama dari aplikasi ini meliputi:

  • Peningkatan foto ‘cerdas’, dimana aplikasi mempertimbangkan secara cerdas dari usia, jenis kelamin, warna kulit, pencahayaan, dan banyak variabel lainnya hanya dengan satu klik.
  • Adanya auto exposure dimana Microsoft Selfie menerapkan koreksi eksposur otomatis dan klarifikasi foto.
  • Aplikasi secara otomatis mengaktifkan Denoise mode untu mengurangi kebisingan suara.

Media Sosial Di Perguruan Tinggi: Strategi Dan Manfaat

12Media Sosial

Cepat, dinamis, dan selalu berkembang, era digital telah mengubah cara kita berkomunikasi tidak seperti era sebelumnya. Melalui smartphone, tablet, maupun gadget lainnya, kita sekarang bisa tersambung dengan siapun dan kapanpun kita mau. Biasanya, kita juga akan menghabiskan banyak waktu menggunakan media sosial. Media sosial telah menjadi sarana utama bagi generasi muda untuk berinteraksi dengan dunia. Tidak mengherankan, mereka juga secara aktif menggunakan media sosial untuk menginformasikan semuanya mulai dari pilihan sekolah mereka hingga pilihan kursusnya. Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa tips bahwa perguruan tinggi dapat menggunakan media sosial untuk memperkuat komunikasi mereka, termasuk peran sosial dalam rekrutmen dan selama masa perkuliahan.

Bagaimana Media Sosial Digunakan Di Perguruan Tinggi

Media Sosial Sebagai Alat Perekrutan Mahasiswa

Perekrutan mahasiswa selalu menjadi perhatian dari perguruan tinggi. Dalam menghadapi persaingan secara online, proses seleksi yang lebih canggih oleh siswa, dan penurunan kolom pemohon, maka perguruan tinggi sekarang harus secara aktif menerapkan taktik kreatif untuk menarik mahasiswa masuk di dalamnya. Kita bisa memulainya dengan menggunakan media sosial. Saat ini, perguruan tinggi di seluruh dunia berbondong-bondong menggunakan saluran media sosial untuk memamerkan kurikulum, fakultas, dan budaya mereka. Perguruan tinggi seperti Australias’s University of New South Wales contohnya, dengan cerdik mereka menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi rekrutmen secara keseluruhan. Selama minggu-minggu rekrutmen tahunan yang disebut O-Week, universitas ini menggunakan media sosial untuk mempromosikan budaya, kurikulum, dan penawaran ekstrakurikuler mereka.

Media Sosial Sebagai Alat Untuk Mempromosikan Penelitian Dan Inovasi

Perguruan tinggi selalu mengandalkan para peneliti terkemuka untuk mempercepat kemajuan mereka dalam inovasi. Sayangnya, jangkauan mereka pada umumnya terbatas pada akses dan kesadaran individu terhadap materi yang diberikan. Untuk mendukung upaya mempromosikan penelitian dan inovasi, banyak institusi yang memanfaatkan media sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran individu. Universitas Kanada adalah salah satu perguruan tinggi yang menggunakan media sosial untuk memamerkan kepemimpinan dan “soft-science” yang dimiliki.

Media Sosial Sebagai Penghubung Alumni Dan Alat Penggalangan Dana

Sebagian besar perguruan tinggi biasanya mengandalkan dana eksternal untuk menjaga operasinya tetap berjalan. Dulu, penggalangan dana biasanya dilakukan melalui telepon atau email yang sering ditujukan pada alumni setia mereka. Saat ini, banyak institusi yang juga menggunakan media sosial untuk memperluas jangkauan usaha penggalangan dana mereka. Universitas Columbia adalah salah satu contoh bagus dari sebuah universitas yang memanfaatkan media sosial untuk penggalangan dana. Universitas ini meluncurkan sebuah situs web untuk penggalangan dana utama mereka. Untuk menyebarkan berita tersebut, Universitas Columbia kemudian memobilisasi kampanye melalui media sosial mereka. Universitas tersebut juga melibatkan alumni mereka untuk berpartisipasi dan menyiarkan ke khalayak media sosial mereka yang besar. Dalam peridoe 24 jam, Universitas Columbia menarik dana sebesar 7,8 juta dolar dari seluruh Amerika Serikat dan juga 53 negara tambahan. Media sosial dapat berperan sebagai alat penggalangan dana dan terbukti menjadi strategi bagi universitas dalam menemukan audiens baru, mengaktifkan kembali pemberi dana sebelumnya, dan terus menjalin hubungan dengan alumni mereka.

Media Sosial Sebagai Alat Komunikasi Selama Masa Krisis

Banyak perguruan tinggi yang memiliki rancana komunikasi mapan untuk membantu melindungi siswa, fakultas, dan staf selama masa krisis di kampus. Masa krisis tersebut dapat berupa bencana alam hingga tindak kekerasan. Pihak administrator dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi secara cepat dengan petinggi kampus selama masa krisis.