3 Trik Efektif Menjaga Desain Typography-mu Tetap Eye-Catching!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kini tiba saatnya untuk kamu mulai berbenah dengan font library yang berantakan dan teknik typography yang sembarangan. Ini saatnya untuk mulai bersih-bersih. Artikel berikut ini akan terbagi menjadi tiga langkah: membersihkan font library, memaksimalkan penggunaan sedikit font, dan memoles teknis typographic.

  1. Rapikan font library

Berpartisipasi dalam kontes desain membutuhkan sebuah koleksi font yang siap dimodifikasi ke dalam berbagai style kapan saja. Biasanya, karena alasan ini banyak desainer yang kemudian mengunduh puluhan free font yang tersedia di internet dan menghasilkan font library dalam jumlah besar besar yang berantakan. Banyak desainer sering berpikir mereka harus berjaga-jaga memiliki banyak stok font, dengan adanya kemudahan luar biasa untuk klik tombol download mereka mengira font itu akan terpakai suatu waktu. Sayangnya, justru koleksimu ini hanya akan berdebu dan membuat font yang dibutuhkan  menjadi sulit ditemukan. Sesungguhnya, font yang bagus justru lebih memiliki value daripada yang buruk (biasanya yang bisa didownload gratis).

Salah satu teknik simple untuk membersihkan font library adalah dengan membuat daftar singkat untuk typographic style yang sering digunakan, kemudian buat daftar 5-10 fonts style yang sesuai dengan daftar typography tersebut. Setelah font-font tersebut terpilih, tanpa ragu lagi sisanya bisa langsung dihapus. Dijamin kamu tidak akan menyesal!

fonts

Top to bottom: Bulmer, Bell, Perpetua

  1. Font minimal, hasil maksimal

Desainer pemula saat menangani sebuah project desain biasanya memulai dengan scrolling di koleksi font library hingga menemukan solusi font yang tepat. Teknik ini sebetulnya hanya ada dalam permukaan sebuah desain grafis. Setiap desainer bahkan bisa merubah sebuah font melalui berbagai atmosfir dan ekspresi. Berikut ini adalah tiga contoh untuk memperkenalkan dan menginspirasi dunia desain.

Overlap

Negative space – Bulmer (kiri), Helvetica (kanan)

stroke

Inset white stroke on Baskerville (kiri), outset black stroke on Futura (kanan)

Layering

Offset layering: Baskerville (kiri), Futura (kanan)

  1. Memahami istilah dengan baik dan benar

Parameter dasar dalam typography masih menemukan banyak kesalahpahaman. Terutama masih banyak desainer yang sepertinya masih berpikir bahwa kerning adalah jarak/spasi yang ada di antara panjang karakter typographics; bukan! Mungkin dulu benar, tapi sebaiknya kamu tahu ini.

Tracking

Tracking: Ini justru yang dulunya dianggap kerning oleh para desainer. Tracking mengacu pada jarak antar huruf pada setiap panjang karakter.

Kerning: Ini adalah jarak di antara dua karakter. Bisa dibilang bagian ini masih berada dalam satu payung tracking.

Kedua parameter ini bisa dianggap sebagai hal terpenting dalam desain logo dan harus benar-benar dimengerti dan diberi perhatian lebih saat proses mendesain! Menghabiskan waktu untuk melakukan “massage” karakter typography menjadi spacing yang nyaman merupakan tanda dari desainer yang ahli.

Melakukan pembersihan pada typography adalah awal yang baik untuk memulai karir desainermu yang lebih cemerlang. Apakah kamu punya ide lainnya untuk desain typography? Yuk beri komentar di bawah ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *