Cara Menghasilkan Lead (Prospek) Menggunakan Pemasaran Video

video_marketin_red

Sekarang ini, orang-orang lebih tertarik pada konten visual daripada konten yang hanya berisi kata-kata tertulis. Ini adalah reaksi alami dari otak karena media visual jauh lebih mudah untuk diproses. Dalam beberapa tahun terakhir, pemasaran di dunia telah menemukan cara untuk memanfaatkan proses kognitif ini dengan mengiklankan bisnisnya melalui pemasaran video. Sebuah studi mengatakan bahwa 39% konsumen lebih cenderung membagikan potongan konten dalam bentuk video. Tidak hanya itu, 36% dari mereka bahkan memungkinkan untuk berkomentar dan 56% lainnya memungkinkan untuk memberi likes. Oleh karena itu, sebuah video memiliki kesempatan lebih tinggi untuk menjangkau orang-orang dengan lebih baik. Apakah Anda ingin menghasilkan lebih banyak prospek dengan pemasaran Anda? Video adalah cara terbaik untuk melakukannya. Jika Anda ingin memiliki bisnis yang mampu menarik arahan berkualitas, maka kini saatnya membuat video Anda sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan lead (prospek) menggunakan pemasaran video.

Membuat Video Yang Tepat

Hal pertama dan yang paling penting adalah membuat video yang tepat. Untuk membuat video yang tepat dan efektif, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut.

  • Jenis video

Pilih jenis video yang ingin dibuat. Anda bisa membuat video iklan yang mempresentasikan produk atau layanan. Jenis iklan lain yang sudah umum adalah melalui sebuah cerita atau skenario yang dimainkan oleh aktor. Anda juga dapat memilih gaya dokumenter dimana Anda memberi pandangan kepada audiens tentang perusahaan.

  • Waktu

Penting untuk menjaga agar durasi video tetap pendek. Video yang lebih panjang membutuhkan anggaran yang lebih besar. Selain itu, orang-orang cenderung kehilangan fokus setelah 3-4 menit melihat video maka lebih baik membuat video dengan waktu pendek.

  • Audiens

Target audiens Anda adalah apa yang akan menentukan isi video. Untuk membuat video yang menarik dan memiliki dampak luas pada orang yang tepat, maka Anda perlu mempelajari dan memahami keinginan dari audiens. Sejumlah faktor seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan dari audiens dapat menentukan jenis konten yang dibuat.

Kampanye Email Video

Percaya atau tidak, email masih merupakan cara yang bagus untuk mengikat pelanggan Anda. Menanamkan video dalam kampanye email adalah cara yang bagus untuk meningkatkan rasio click-through. Kemungkinan orang membaca keseluruhan teks iklan melalui email jauh lebih rendah daripada kemungkinan mereka membuka dan menonton video yang lengkap.

Kampanye Video Di Media Sosial

Jika Anda bisa memanfaatkan kekuatan media sosial yang luar biasa, maka Anda bisa meraih emas dari kampanye yang dilakukan. Buatlah video pendek yang efektif dan gunakan media sosial untuk membagikan video tersebut. Penting untuk menggunakan sebanyak mungkin media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dll. Platform media sosial yang berbeda dapat melayani beragam jenis orang dan mampu menjangkau target audiens dengan baik.

Hadiah

Tidak ada kata yang memiliki pesona lebih besar bagi banyak orang daripada “Gratis”. Anda dapat membuat video dengan memberikan sedikit hadiah atau produk gratis dalam kampanye. Tantangan terbesar dalam langkah ini adalah mencapai tingkat kepercayaan dari audiens karena mereka akan membagikan beberapa informasi penting mereka kepada Anda seperti alamat, nomor telepon, dan sebagainya.

Call To Action (CTA)

Tombol CTA sangat penting untuk mengarahkan secara langsung pelanggan potensial Anda ke langkah berikutnya. Penting untuk memiliki tombol CTA yang jelas sehingga pelanggan tidak perlu bertanya-tanya apa yang harus dilakukan setelah mereka selesai menonton video.

Membuat pemasaran video yang sukses tentu membutuhkan penelitian dan banyak kerja keras. Ada baiknya untuk mengikuti sesi pelatihan dasar, terutama jika usaha Anda sebelumnya belum berhasil. Dengan begitu, Anda dapat menciptakan kampanye pemasaran video yang efektif.

Media Sosial Di Perguruan Tinggi: Strategi Dan Manfaat

12Media Sosial

Cepat, dinamis, dan selalu berkembang, era digital telah mengubah cara kita berkomunikasi tidak seperti era sebelumnya. Melalui smartphone, tablet, maupun gadget lainnya, kita sekarang bisa tersambung dengan siapun dan kapanpun kita mau. Biasanya, kita juga akan menghabiskan banyak waktu menggunakan media sosial. Media sosial telah menjadi sarana utama bagi generasi muda untuk berinteraksi dengan dunia. Tidak mengherankan, mereka juga secara aktif menggunakan media sosial untuk menginformasikan semuanya mulai dari pilihan sekolah mereka hingga pilihan kursusnya. Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa tips bahwa perguruan tinggi dapat menggunakan media sosial untuk memperkuat komunikasi mereka, termasuk peran sosial dalam rekrutmen dan selama masa perkuliahan.

Bagaimana Media Sosial Digunakan Di Perguruan Tinggi

Media Sosial Sebagai Alat Perekrutan Mahasiswa

Perekrutan mahasiswa selalu menjadi perhatian dari perguruan tinggi. Dalam menghadapi persaingan secara online, proses seleksi yang lebih canggih oleh siswa, dan penurunan kolom pemohon, maka perguruan tinggi sekarang harus secara aktif menerapkan taktik kreatif untuk menarik mahasiswa masuk di dalamnya. Kita bisa memulainya dengan menggunakan media sosial. Saat ini, perguruan tinggi di seluruh dunia berbondong-bondong menggunakan saluran media sosial untuk memamerkan kurikulum, fakultas, dan budaya mereka. Perguruan tinggi seperti Australias’s University of New South Wales contohnya, dengan cerdik mereka menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi rekrutmen secara keseluruhan. Selama minggu-minggu rekrutmen tahunan yang disebut O-Week, universitas ini menggunakan media sosial untuk mempromosikan budaya, kurikulum, dan penawaran ekstrakurikuler mereka.

Media Sosial Sebagai Alat Untuk Mempromosikan Penelitian Dan Inovasi

Perguruan tinggi selalu mengandalkan para peneliti terkemuka untuk mempercepat kemajuan mereka dalam inovasi. Sayangnya, jangkauan mereka pada umumnya terbatas pada akses dan kesadaran individu terhadap materi yang diberikan. Untuk mendukung upaya mempromosikan penelitian dan inovasi, banyak institusi yang memanfaatkan media sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran individu. Universitas Kanada adalah salah satu perguruan tinggi yang menggunakan media sosial untuk memamerkan kepemimpinan dan “soft-science” yang dimiliki.

Media Sosial Sebagai Penghubung Alumni Dan Alat Penggalangan Dana

Sebagian besar perguruan tinggi biasanya mengandalkan dana eksternal untuk menjaga operasinya tetap berjalan. Dulu, penggalangan dana biasanya dilakukan melalui telepon atau email yang sering ditujukan pada alumni setia mereka. Saat ini, banyak institusi yang juga menggunakan media sosial untuk memperluas jangkauan usaha penggalangan dana mereka. Universitas Columbia adalah salah satu contoh bagus dari sebuah universitas yang memanfaatkan media sosial untuk penggalangan dana. Universitas ini meluncurkan sebuah situs web untuk penggalangan dana utama mereka. Untuk menyebarkan berita tersebut, Universitas Columbia kemudian memobilisasi kampanye melalui media sosial mereka. Universitas tersebut juga melibatkan alumni mereka untuk berpartisipasi dan menyiarkan ke khalayak media sosial mereka yang besar. Dalam peridoe 24 jam, Universitas Columbia menarik dana sebesar 7,8 juta dolar dari seluruh Amerika Serikat dan juga 53 negara tambahan. Media sosial dapat berperan sebagai alat penggalangan dana dan terbukti menjadi strategi bagi universitas dalam menemukan audiens baru, mengaktifkan kembali pemberi dana sebelumnya, dan terus menjalin hubungan dengan alumni mereka.

Media Sosial Sebagai Alat Komunikasi Selama Masa Krisis

Banyak perguruan tinggi yang memiliki rancana komunikasi mapan untuk membantu melindungi siswa, fakultas, dan staf selama masa krisis di kampus. Masa krisis tersebut dapat berupa bencana alam hingga tindak kekerasan. Pihak administrator dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi secara cepat dengan petinggi kampus selama masa krisis.

Pemasaran Nama Domain, Sebuah Era Baru untuk Bisnis Anda

Picture Source : Google
Picture Source : Google

Fenomena Generic Top Level Domain (gTLD) sebagai sebuah tools pemasaran baru-baru ini sedang menanjak. Hal ini dipicu oleh berita bahwa raksasa e-commerce Amazon dikabarkan telah memenangkan lelang di ICANN untuk mendapatkan hak menjalankan nama domain .book serta domain .pay. Dengan perkiraan bahwa untuk domain .book saja mungkin menelan biaya hingga US$ 10 juta kemudian ditambahkan dengan US$ 4,6 juta yang baru-baru ini juga dibayarkan untuk nama domain .buy dan US$ 2,2 juta yang dibayar untuk .spot, Amazon jelas telah melakukan investasi besar-besaran terhadap gTLD, tapi mengapa Amazon berani melakukan hal tersebut? Penjelasan berikut mungkin bisa membantu Anda menemukan jawabannya.

Continue reading Pemasaran Nama Domain, Sebuah Era Baru untuk Bisnis Anda