Media Sosial Di Perguruan Tinggi: Strategi Dan Manfaat

12Media Sosial

Cepat, dinamis, dan selalu berkembang, era digital telah mengubah cara kita berkomunikasi tidak seperti era sebelumnya. Melalui smartphone, tablet, maupun gadget lainnya, kita sekarang bisa tersambung dengan siapun dan kapanpun kita mau. Biasanya, kita juga akan menghabiskan banyak waktu menggunakan media sosial. Media sosial telah menjadi sarana utama bagi generasi muda untuk berinteraksi dengan dunia. Tidak mengherankan, mereka juga secara aktif menggunakan media sosial untuk menginformasikan semuanya mulai dari pilihan sekolah mereka hingga pilihan kursusnya. Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa tips bahwa perguruan tinggi dapat menggunakan media sosial untuk memperkuat komunikasi mereka, termasuk peran sosial dalam rekrutmen dan selama masa perkuliahan.

Bagaimana Media Sosial Digunakan Di Perguruan Tinggi

Media Sosial Sebagai Alat Perekrutan Mahasiswa

Perekrutan mahasiswa selalu menjadi perhatian dari perguruan tinggi. Dalam menghadapi persaingan secara online, proses seleksi yang lebih canggih oleh siswa, dan penurunan kolom pemohon, maka perguruan tinggi sekarang harus secara aktif menerapkan taktik kreatif untuk menarik mahasiswa masuk di dalamnya. Kita bisa memulainya dengan menggunakan media sosial. Saat ini, perguruan tinggi di seluruh dunia berbondong-bondong menggunakan saluran media sosial untuk memamerkan kurikulum, fakultas, dan budaya mereka. Perguruan tinggi seperti Australias’s University of New South Wales contohnya, dengan cerdik mereka menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi rekrutmen secara keseluruhan. Selama minggu-minggu rekrutmen tahunan yang disebut O-Week, universitas ini menggunakan media sosial untuk mempromosikan budaya, kurikulum, dan penawaran ekstrakurikuler mereka.

Media Sosial Sebagai Alat Untuk Mempromosikan Penelitian Dan Inovasi

Perguruan tinggi selalu mengandalkan para peneliti terkemuka untuk mempercepat kemajuan mereka dalam inovasi. Sayangnya, jangkauan mereka pada umumnya terbatas pada akses dan kesadaran individu terhadap materi yang diberikan. Untuk mendukung upaya mempromosikan penelitian dan inovasi, banyak institusi yang memanfaatkan media sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran individu. Universitas Kanada adalah salah satu perguruan tinggi yang menggunakan media sosial untuk memamerkan kepemimpinan dan “soft-science” yang dimiliki.

Media Sosial Sebagai Penghubung Alumni Dan Alat Penggalangan Dana

Sebagian besar perguruan tinggi biasanya mengandalkan dana eksternal untuk menjaga operasinya tetap berjalan. Dulu, penggalangan dana biasanya dilakukan melalui telepon atau email yang sering ditujukan pada alumni setia mereka. Saat ini, banyak institusi yang juga menggunakan media sosial untuk memperluas jangkauan usaha penggalangan dana mereka. Universitas Columbia adalah salah satu contoh bagus dari sebuah universitas yang memanfaatkan media sosial untuk penggalangan dana. Universitas ini meluncurkan sebuah situs web untuk penggalangan dana utama mereka. Untuk menyebarkan berita tersebut, Universitas Columbia kemudian memobilisasi kampanye melalui media sosial mereka. Universitas tersebut juga melibatkan alumni mereka untuk berpartisipasi dan menyiarkan ke khalayak media sosial mereka yang besar. Dalam peridoe 24 jam, Universitas Columbia menarik dana sebesar 7,8 juta dolar dari seluruh Amerika Serikat dan juga 53 negara tambahan. Media sosial dapat berperan sebagai alat penggalangan dana dan terbukti menjadi strategi bagi universitas dalam menemukan audiens baru, mengaktifkan kembali pemberi dana sebelumnya, dan terus menjalin hubungan dengan alumni mereka.

Media Sosial Sebagai Alat Komunikasi Selama Masa Krisis

Banyak perguruan tinggi yang memiliki rancana komunikasi mapan untuk membantu melindungi siswa, fakultas, dan staf selama masa krisis di kampus. Masa krisis tersebut dapat berupa bencana alam hingga tindak kekerasan. Pihak administrator dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi secara cepat dengan petinggi kampus selama masa krisis.