WordPress Vs Magento, Mana yang Terbaik untuk Plaform Toko Online?

Magento-and-WordPress-2

Jika kamu sekarang sedang mengoperasikan sebuah website, dan mencari cara untuk mengintegrasikan fungsi ecommerce untuk mengembangkan bisnis, kamu mungkin akan mengalami kesulitan untuk memilih platform toko online yang banyak tersedia saat ini.

Dalam artikel ini, kami akan menggarisbawahi beberapa keuntungan dan kerugian dari dua platform paling populer –  Magento dan WordPress – dan membantumu membuat keputusan yang tepat untuk bisnismu.

Jika kamu punya pengalaman saat menggunakan WordPress, Magento yang lebih kompleks mungkin akan terlihat sangat sulit. Oleh karena itu dalam artikel ini kami akan memudahkanmu saat menggunakan Magento, sama seperti saat kamu menggunakan WordPress.

WordPress Vs. Magento – Kemiripan

Jika dilihat dari luar, kedua platform ini terlihat mirip secara arsitektur. Mudah dikustom, SEO-friendly, tersedia berbagai theme, dan memiliki dukungan komunitas online yang kuat. Keduanya juga sama-sama merupakan sistem manajeen konten, memungkinkanmu untuk menambahkan, memodifikasi, dan mengelola konten dengan simpel dan efektif. Namun, perbedaan mereka terletak pada tujuan utamanya, di mana WordPress lebih berorientasi pada konten sedangkan Magento secara eksklusif dedikasikan untuk eCommerce.

WordPress

WordPress adalah platform blogging yang open source dan merupakan sistem pengelolaan konten. Lebih dari 60 juta website yang ada, atau sekitar 17% dari total website yang ada, menggunakan WordPress. Bahkan situs seperti eBay, pemilik Magento, menggunakan WordPress untuk blog mereka. Selain sangat user-friendly, WordPress juga terkenal sebagai platform yang menyediakan arsitek plugin yang mudah di-embed dan templat yang bisa dikustom. Fungsi dasar e-commerce dalam WordPRess bisa dicapai melalui berbagai plugin yang telah tersedia

Magento

Magento, sama seperti WordPress, adalah teknologi yang berbasis open source. Sebuah platform yang memiliki fitur yang didedikasikan untuk ecommerce dan dipercaya oleh lebih dari 150,000 pemiliki toko online, mulai dari bisnis kecil hingga perusahaan besar multinasional. Magento memberikan kemudahan bagi usernya untuk bebas mengkustom sesuai kebutuhan bisnis mereka serta meberikan fitur berlimpah seperti pengelolaan multi-store, menyajikan laporan, mobile commerce, marketing, SEO, dan tools manajemen penting lainnya. Antar muka Magento juga memfasilitasi kreasi dari halaman konten yang kompleks, menus, dan version control yang sangat mirip WordPress. Magento dianggap lebih aman jika dibandingkan dengan extension WordPress luar.

Identifikasi Tujuan Utama Website

Setelah kamu mengetahui kelebihan serta kekurangan keduanya, kamu bisa memilih platform toko online-mu sesuai tujuan utama. Ada beberapa pertimbangan yang sebaiknya kamu ketahui dari beberapa tujuan bisnis berikut ini:

  • Membangun marketplace dengan banyak vendor—Untuk kasus ini sebaiknya kamu memilih Magento. Meskipun beberapa fitur juga terdapat di WordPress, tapi masih belum sempurna, dan belum bisa bersaing dengan kekuatan yang ditawarkan Magento.
  • Menjual produk virtual– Karena produk virtual tidak membutuhkan pengaturan shipping yang kompleks, tidak harus selalu dilacak pemesanannya, maka bisa menggunakan WordPress.
  • Menjual jasa perusahaan– Untuk poin ini kamu bisa menggunakan keduanya, karena keduanya tidak harus berhubungan dengan solusi shopping cart. Magento telah mengembangkan akomodasi untuk jenis aktivitas dan jenis produk tersebut, pada WordPress kamu akan membutuhkan tambahan plugin seperti WP event (untuk mengatur meeting), wp contact form (untuk membuat kuesioner klien) dan beberapa modul, semua bergantung pada apa yang ingin kamu raih.
  • Menjual produk fisik– Untuk poin ini juga kamu bisa menggunakan kedua platform dengan berbagai cara. Pertanyaan berikutnya adalah sebanyak apa produk yang kamu targetkan untuk djual. Jika lebih dari 500 produk, sebaiknya kamu memang memilih Magento sebagai ahlinya.

Seperti yang bisa kamu lihat, tidak ada platform toko online yang bisa benar-benar cocok untuk semua solusi. Meskipun fungsi utama Magento adalah untuk ecommerce, tapi menggunakan Magento memerlukan pengetahuan, skill dan biaya yang lebih banyak daripada WordPress. Sedangkan WordPress, bisa dibilang bahwa plugin ecommercenya terbatas. Jika kamu ingin mengintegrasi pilihan pengiriman yang berbeda, kamu harus menyediakan lebih dari 1 payment gateway atau operasikan toko onlinemu dalam berbagai bahasa. Semua punya plus-minusnya masing-masing. Keputusan terakhir kembali lagi ditentukan pada tujuan bisnismu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *