Sekitar 1,5 juta pegawai mal terancam dirumahkan

24 0
Nasib Mall Belum Jelas, Pengusaha Ritel: Bisnis Sudah Turun | Republika  Online

JAKARTA, Jawab.Co.Id – Bisnis mal tengah babak belur terpukul pandemi. Alhasil, sebanyak 1,5 juta pegawai mal terancam mengalami pengurangan pendapatan, dirumahkan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu diungkapkan Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah.

Kondisi itu akan terjadi jika pengusaha terus tertekan dampak pandemi yang menyebabkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelemahan ekonomi. Menurutnya, kondisi keuangan para peritel di mal kini sudah defisit. 

“Jumlah tenaga kerja kami ada sekitar 3 juta, yang terdampak itu 50% di sektor yang ada di pusat perbelanjaan atau mal. Itu sudah pasti angkanya sebesar itu yang akan berkurang pendapatannya, maupun dirumahkan. Jadi di 1,5 juta pegawai itu akan terjadi,” ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020). 

Baca juga :  Begini strategi Waskita Karya (WSKT) menjaga likuiditas usai penurunan peringkat

Menurut Budiharjo, saat ini sudah 90 pengusaha mal yang melaporkan akan melakukan efisiensi pada pegawainya. Diperkirakan ini segera terdampak pada sekitar 100.000 pegawai. “Itu akan terjadi kemungkinan dirumahkan atau shifting, alias berkurang pendapatannya,” kata dia. 

Perkiraan ini juga sejalan dengan survei yang dilakukan Hippindo pada peritel mal di Jakarta, di mana saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah memperketat PSBB. Survei menunjukkan pengusaha akan melakukan efisiensi jika penjualan terus tergerus. 

Dampak penurunan penjualan pada September-Oktober 2020, untuk peritel bagian fashion akan mengambil langkah merumahkan karyawan, pemotongan gaji, meski tidak akan melakukan PHK. 

Baca juga :  Waskita Toll Road berikan pinjaman pada anak usahanya sebesar Rp 257,47 miliar

Sementara untuk peritel di bagian food and beverage (F&B) memilih untuk merumahkan karyawan, pemotongan gaji, PHK, atau bahkan tutup total. Sedangkan peritel departement store memilih untuk merumahkan karyawan, pemotongan gaji, dan PHK. 

Oleh sebab itu, Budiharjo mengharapkan adanya bantuan pemerintah pada pengusaha untuk bisa bertahan di tengah krisis pandemi, guna tak berimbas pada PHK pegawainya. Di antaranya dengan relaksasi pajak dan subsidi gaji pegawai mal.

Baca juga :  Raih Pendapatan Tertinggi, Waskita Karya Optimistis di Tengah Pandemi

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *