Harus diwaspadai, ini ciri-ciri anak yang mengalami gaming disorder

28 0
Sudah Diresmikan WHO, Kecanduan Main Game Diakui sebagai Penyakit

JAKARTA, Jawab.Co.Id – Semakin berkembangnya teknologi, banyak anak yang kecanduan bermain game. Tidak jarang mereka menghabiskan waktu berjam-jam bermain gim di gadget

Bermain gim memang tidak dilarang, tapi terlalu sering bisa membawa pengaruh negatif. Terlalu sering bermain game bisa menyebabkan gaming disorder pada anak.

Bersumber dari laman resmi WHO, gaming disorder adalah perilaku bermain gim yang ditandai oleh gangguan kontrol saat bermain.  Penderita gangguan ini juga lebih memprioritaskan bermain gim dibanding aktivitas lainnya. Frekuensi bermain game pun sudah melampaui batas wajar. 

Baca juga : Begini strategi Waskita Karya (WSKT) menjaga likuiditas usai penurunan peringkat

Anak yang mengalami gangguan gaming disorder mampu bermain gim selama berjam-jam. Tingkah laku dan sikap mereka juga sedikit banyak terpengaruh dari kebiasaan bermain gim. 

Efek gaming disorder

Anak-anak jadi memiliki sedikit hubungan sosial. Mereka jarang berinteraksi dengan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar. Efek dari gaming disorder bisa mengganggu pekerjaan dan pendidikan anak. 

Tidak hanya perilaku, kesehatan anak juga bisa terganggu. Terlalu sering duduk hingga radiasi pada gawai bisa mengganggu kesehatan terutama mata anak. 

Bagi orang tua, penting untuk mengetahui ciri-ciri gangguan ini. Berikut ciri-ciri dari gaming disorder dikutip dari Psychguides.com

Baca juga : Raih Pendapatan Tertinggi, Waskita Karya Optimistis di Tengah Pandemi

Ciri-ciri secara fisik

  • Anak merasa kelelahan terus menerus akibat terlalu sering bermain gim. 
  • Anak mengalami gejala CTS atau Carpal Tunnel Syndrom. Sindrom ini menyebabkan kesemutan, nyeri, dan kesemutan pada jari tangan. Hal ini disebabkan karena terlalu lama dan sering memegang mouse komputer. 
  • Sering mengalami sakit kepala karena terlalu lama fokus pada layar komputer. Mata anak juga mengalami kelelahan dan ketegangan karena kebiasaan ini. 

Baca juga : Pendapatan Waskita Karya Tergerus Jadi Rp8,04 Triliun Gegara Covid-19

Ciri-ciri secara emosional

  • Merasa terganggu jika tidak bisa bermain gim. Bagi anak-anak, game sudah menjadi sebuah kewajiban. Jika mereka kalah atau tida bisa bermain, mereka akan gampang marah dan terganggu.
  • Berbohong terutama tentang durasi bermain gim setiap harinya. Mereka cenderung menutupi kebiasaan mereka karena takut dimarahi dan dilarang bermain game. 
  • Susah berkonsentrasi karena selalu berpikir tentang gim. Karena terlalu sering bermain gim, anak menjadi tidak fokus pada kegiatan lain. Hal ini bisa mengganggu belajar dan sosial mereka.
  • Menarik diri dan fokus pada bermain game.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *